copyright NOD NEWS. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Mandi ternyata dapat menghapuskan rasa sedih dan bersalah

mandi dapat menghapus rasa sedih

mandi membuat perasaan menjadi bahagia

Banyak orang mempunyai beban pikiran yang terlalu rumit dan tidak tahu harus melakukan apa untuk menyelesaikannya, ada juga orang yang memiliki perasaan sedih dikarenakan oleh beberapa alasan baik itu kehilangan seseorang, sesuatu benda, ataupun melakukan kesalahan sehingga ia merasa sangat bersalah.

Mandi tidak sekedar membersihkan badan dari kotoran dan keringat setelah kita beraktifitas seharian tetapi juga mempunyai efek yang lebih dari itu. Mandi dapat menghapus rasa sedih dan bersalah. Dalam suatu study menunjukkan bahwasanya mandi mempunyai efek psikologis yang cukup besar hal ini dikarenakan mandi dapat membuat perasaan seseorang membaik. Efek psikologis tersebut yaitu “membersihkan” diri dari perasaan negatif. Bahkan perasaan ini juga bisa hilang hanya dengan mencuci tangan.

“Mencuci tangan atau mandi dibawah pancuran air ataupun shower orang dapat menyingkirkan perasaan berasalahnya terhadap seseorang yang telah ia bohongi ataupun tindakan jahat lainnya dan perasaan yang membuat mereka resah, misalnya merasa malu karena tindakan asusila atau ragu-ragu dalam mengambil suatu keputusan” ujar peneliti Spike Lee dari University of Michigan di Amerika Serikat.

Dengan mandi kita dapat merasa lebih tentram dan damai dikarenakan oleh air yang melewati tubuh kita memberikan sensasi yang dingin dan dapat membawa jiwa lebih tenang. Bahkan orang rela berlama-lama di kamar mandi, mulai dari sabunan, keramas, gosok gigi, cuci muka, dan kegiatan bersih-bersih lainnya. Ada juga yang hanya sekedar berendam di bak  hingga tertidur.

Dari pernyataan Spike tersebut sudah dibuktikan lewat penelitian ilmiah yang dilakukan bersama oleh timnya. Mereka meminta para Responden untuk memikirkan tindakan Imoral atau memalukan yang pernah mereka lakukan atau alami di masa lalu mereka. Sebuah tes psikologis digunakan untuk memeriksa seberapa besar rasa bersalah mereka pada kejadian tersebut.

Responden kemudian dibagi menjadi 2 group untuk berada di dalam kamar. dengan kamar yang berbeda situasinya. Kelompok pertama dites dalam kamar dengan kondisi bersih dan terawat dengan baik. Sementara  kelompok kedua di letakkan di kamar yang kondisinya kotor dan tidak terawat.

Beberapa tes lain juga dilakukan untuk menguji khasiat dari kebersihan tersebut. Dalam tes yang lain, Prtisipan diperbolehkan untuk dapat mencuci tangan mereka menggunakan sabun antiseptik dan berkesempatan untuk melakukan hal-hal baik setelah penelitian selesai.

Hasilnya menakjubkan. Dari tes-tes yang telah dilakukan oleh Responden yang dibagi menjadi 2 Group tersebut, ditemukan bahwa kelompok yang di tes dikamar yang kotor dan tidak terurus itu menganggap bahwa tindakan imoralitas dan asusila mbih buruk dibandingkan dengan Group yang berada diruangan bersih.  Sementara responden yang mencuci tangannya, memiliki penyelesaian yang lebih ringan terhadap kesalahan yang dilakukan dimasa lalu. Dibandingkan mereka yang tidak mencuci tangan.

Meskipun efek yang ditimbubihan oleh kegiatan bersih-bersih tersebut sangat signifikan, Spike mengingatkan walau tubuh dan pikiran mereka merasa lebih “bersih” setelah mandi. Tidak lantas membuat mereka langsung bahagia. Karena efek yang ditimbulkan dari mandi tersebut sifatnya hanya meluruhkan dan tidak dialami secara permanen.

Dalam hal lain Spike juga menuturkan, membersihkan kotoran secara fisik bisa berarti juga menyingkirkan “sisa residu” dari pengalaman tidak menyenangkan yang dialami seseorang dimasa lalu. Namun menurutnya, mandi tidak hanya membersihkan perasaan yang diselimuti oleh rasa bersalah dan sedih, tapi juga sebaliknya. Bisa ikut meluruhkan perasaan atau kenangan bahagia.

“ Proses membersihkan ini bisa mengurangi hal-hal yang dirasakan dari pengalaman sebelumnya. Jika anda merasa bahagia saat akan mandi. Maka efek yang ditimbulkannya adalah mengurangi rasa kebahagiaan tersebut karena perasaan itu bisa “larut” terbawa air”, jelas Spike, seperti yang dikutip dari Daily Mall.

Bahkan ketika orang mencuci tangan setelah sebelumnya mengalami kejadian menyenangkan, rasa hangat akan kenangan bahagia tersebut bisa berkurang dan membuat orang nerasa kurang puas. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: